Tak Berkategori

Ghinatera

Assalamu’alaikum!

I’m Ghinatera. Or u can call me Ghina.

Wassalamu’alaikum,

Ask anything about me in the comment (not the private one of course).

Advertisements
Tak Berkategori

OLSN 2K18 #1

Assalamualaikum!

Post kali ini tentang OLSN yang kuikuti kemarin. Walau aku tidak menang, setidaknya insyaAllah kalian bisa dapat gambaran OLSN kalau mau ikut nanti.

Oh iya! Tulisan seperti ini terinspirasi dari WordPress Kak Salsabiila Roihanah tentang ceritanya mengikuti OSN, IJSO, sampai IBO yang kubaca mulai saat kelas 6 SD. Sangat-sangat menginspirasi, & karena itulah aku punya semangat buat ikut OSN atau lomba setingkat nasional setiap tahunnya.

—–

Nah, saat ingin ikut seleksi OLSN itu nggak salah dua hari sebelum deadline aku baru diberitahu.

Sebelumnya, saat lomba Agustus-an kan ada lomba cipta puisi. Ya, aku iseng ikut. Tapi karena keteledoranku, aku baru membuat puisi pas hari terakhir dikumpul. Soalnya aku juga ikut lomba cipta cerpen yang mana sama-sama dikerjain di rumah.

Tapi Alhamdulillah aku juara 2 di dua lomba tersebut. Juara 1-nya itu kakak kelasku yang sudah kelas 9.

Tanggal 28 atau 29 Oktober aku ditanya Bu Ika, “Ghina, mau ikut lomba puisi?”.

Saat itu aku baru selesai olahraga (seingatku). Ya aku mau ikut lah. Apalagi OLSN, i mean kapan lagi?

Besoknya, aku (puisi), Fika (cerpen), Sophi dan Zulfah (debat), & Zahra (storytelling), pergi ke perpustakaan untuk bimbingan.

Em … entah apa namanya. Tapi kami hanya diberi persyaratan lomba masing-masing lalu disuruh mengerjakan.

Besoknya kami full bimbingan. Kebetulan saat itu akan ada lomba IPA juga, yaitu BTA Competition yang aku ikuti bersama temanku seperti Chici & Moetiah, plus beberapa kakak kelas dan adik kelas.

Di sela bimbingan OLSN, karena bimbingannya itu tergantung kita sendiri (keknya gak ada guru yang dampingin/ngajarin kami semua kecuali beberapa kali Bu Echi mengajar debat. Dan akhirnya nanti kami diajar Pak Gege), makanya aku ikut bimbingan IPA bersama Chici dan Moetiah dengan Bu Uni.

Beberapa saat kemudian rechesee pesanan kami sampai dan akhirnya kami makan padahal yang lain sudah belajar (pas istirahatnya nggak makan kaminya). -itugakpentinghaha

Bu Ika bilang hari itu hari terakhir, makanya kami di sekolah sampai jam 5. Sebelum pulang, Pak Gege mengecek tulisan kami semua.

Pak Gege bilang, puisiku belum masuk maknanya, terlalu fokus diksi, DLL.

Besoknya Bu Ika masih memberi kami kesempatan untuk menyelesaikan tulisan. Aku menambah ini-itu, Sophi dan Zulfah edit ini-itu, Zahra syuting videonya, bahkan Fika menghapus dan mengulang sebagian besar ceritanya.

Setelah selesai, barulah kami mengumpulnya ke Bu Ika. Hari itu tepat tanggal 31 Agustus sepertinya. Hari terakhir.

Hari-hari awal setelah tanggal 31 itu, aku dan Zulfah rajin mengunjungi Google atau situs Kemendikbud. Dan akhirnya kami bosan juga & menyadari kalau pengumuman finalis tahun kemarin itu tanggal 22 September, masih lamaa banget.

Tanggal 22 September aku kembali mengecek google. Belum ada. Besok, besok, besoknya, dan lagi. Belum ada juga. Zulfah bilang, “Mungkin tanggal 30 baru keluar pengumumannya kali.”

Lama-lamaa setelah itu (gak gitu juga kali ya hehe), Zulfah dan aku mulai khawatir. Jangan-jangan lombanya dibatalkan (:”b). Setelah melihat ig, ada yang komen pengumumannya diundurkan dulu. Akhirnya aku dkk menunggu kembali.

Hampir setiap hari buka ig-nya Ditpsmp.

Suatu hari setelah baru pulang sekolah, aku kembali membuka ig. Ditpsmp sedang membuat sg. Aku bukalah sg tersebut.

Itulah pengumuman finalisnya. Tinggal di-swipe dan menunggu waktu untuk loading hingga masuk.

Selama loading, aku berdoa dalam hati, “Kalau saya nggak lulus besarkan hati saya supaya sabar ya Allah.”

Scroll, scroll ke bawah set!! Ada pengumuman puisi. Aku baca perlahan mencari Sulawesi Selatan, lalu judulnya saja yang pertama aku baca.

‘Hidup dalam Semboyan Sakti’

Deg!!

Itu puisiku. Segera kubaca namanya. Namaku!! Alhamdulillah …. Aku sangat girang, like gitulah. Eh, pas aku lihat lagi nama sekolahku ketambah satu huruf.

Yang seharusnya SMP Plus Al-Ashri, menjadi SMP Plus Al-Ashari. Waah aku khawatir jangan-jangan yang dimaksudkan itu bukan aku. Setelahnya kutenangkan diri kalau itu cuman salah tulis nama sekolah doang.

Beberapa hari setelah itu, bu guru belum memanggilku untuk bimbingan puisi. Baru kira-kira 2 atau 3 hari setelahnya Bu Ika menelepon ibuku dan memberitahuku kalau aku lulus.

B: “Ghina, lulus ki’ OLSN puisi!”

S: “Ah, iya.”

Setelah itu ibuku bingung kenapa aku kayak gak senang surprise gitu. Kuberitahu, “Aku sudah tahu, Ma. Makanya bukan kejutan lagi.”

Dalam hati aku bersyukur itu artinya sebentar lagi aku akan bimbingan.

Namun, bulan Oktober aku ada dua lomba lain lagi. ISC dan BODY. Lomba cerdas cermat yang diadakan hari Sabtu dan pekan besoknya BODY, olimpiade Biologi, dan pekan besoknya baru OLSN.

Bu Ika bilang, fokus dua itu saja dulu. Dua pekan berlalu, waktunya satu pekan untuk bimbingan OLSN. Tapi ternyata tidak seperti yang kubayangkan. Tidak bimbingan full seperti olimp Bio atau ISC kalau sudah mendekati lomba, padahal ini lebih tinggi, nasional.

Aku hanya diminta membuat puisi, dan dijelaskan beberapa hal tentang puisi oleh Pak Gege karena hari selanjutnya dia pergi ke Jakarta untuk final lomba ceritanya.

Hari Jumat, sebelum pergi ke Jakarta, aku tidak belajar full dengan yang lain. Hanya membaca puisi. Lagi tidak ada yang membimbing. Cukup kecewa sih :/ but it’s ok.

**Besambung**

Tak Berkategori

Kind of It :b

Assalamu’alaikum!

Kali ini aku akan membahas tentang teman. Bukan apa-apa. Tidak ada masalah. Tapi tulisan ini semoga bisa menjadi renunganku kembali jika sedang ada masalah.

~Terutama jika sedang emosi, u know that i’m like crazy blabla lalala

Kadang, ya, kita membagi dua jenis teman yang kita miliki. Baik/jahat, suka/tidak suka, DLL.

Mungkin teman kalian bagaimana-bagaimana sehingga kalian menyebutnya sedang ada di peran antagonis dari diri kamu sendiri.

It’s okay, sangat alamiah.

Versiku, aku punya teman yang akrab dan kurang akrab. Begitu saja kusebut.

Semua orang berbeda. Versiku berbeda. Sudut pandangku berbeda.

Kalian sedang bermasalah dengan teman yang kurang akrab dengan kalian, dan itu tidak masalah. Karena trust me akan ada saatnya kalian tertawa bersama-sama. Seburuk apapun pikiran kalian saat sedang bermasalah dengan ‘mereka’.

Juga, akan ada saatnya di mana teman akrab kalian, seakrab apapun itu, sedekat apapun itu, kalian pasti akan mengalami masa bermasalah juga.

Thing bermasalah itu tidak mengenal kalian itu akrab atau kurang. Tapi mungkin frekuensinya berbeda satu sama lain.

Akrab dan kurang akrab itu masalah selera. Begini, contohnya diriku sendiri.

Aku punya teman yang kurang akrab, dan sometimes it feels like i don’t like em so much. Tapi sekali itu tak apa, twice, itu sangat alamiah. Sangat, sangat alamiah.

Kita manusia. We’re not perfect. Secara tanpa sadar kita berbuat salah, tanpa sadar menyinggung orang lain, tanpa sadar salah paham.

Kadang mereka sangat menjengkelkan like what, but still, saat kamu (mungkin sedang tumbennya) tidak bermasalah dengan teman kurang akrab kamu itu, u will feel like mereka itu seakan-akan teman akrab kamu sendiri. Ketawa bareng, ngelakuin thing yang konyol parah, DLL.

Begitu juga dengan teman akrab kamu. Bisa saja suatu saat kalian bermusuhan atau apalah. Itu sangat wajar.

Karena seburuk-buruknya teman kurang akrab kamu itu, se-anoyying-nya mereka, sesangar bagaimana pun mereka saat bermusuhan dengan kamu, bakal ada saat di mana kamu justru butuh mereka, again kamu happy dengan mereka.

Dan seakrab-akrabnya kalian dengan teman akrab kalian, akan ada saatnya kalian bermusuhan, berjauhan.

Tidak semua segala sesuatu yang biasa kalian lihat terjadi seperti itu, akan terjadi seperti itu terus.

Oh, ya! Who knows kamu sedang kesal dengan seseorang, just make it easy. As simple as possible.

Kadang suatu masalah itu sebenarnya sepele, tapi kita yang sedang emosi membesar-besarkannya berkali-kali lipat.

Dia itu gini, gitu, blabla so on. Gini aja, kalian cukup berinteraksi dengan mereka seperti biasa. Biasanya mereka juga akan kaget, dan akan ikutan berinteraksi balik ke kalian seakan-akan nggak ada sesuatu yang terjadi sebelumnya.

If u want to cry, just crying. It will helps u so much. Setelah redah, perasaan kalian bakalan kayak nggak ada unek-uneknya lagi gitu. Kayak batu yang sebelumnya keganjel di tenggorokan itu langsung hilang.

Atau misalnya, nih, ya, kalian keselnya karena si mereka itu ngegosipin kamu. Atau nyindir kamu! Tenang aja. Emang, sih, rasanya marah banget digituin like kalian sedang dibakar api emosi. But still, tenang & ingat kalau mereka lagi transfer pahala cuma-cuma ke kamu.

Wuaha siapa, sih, yang nggak mau pahala? Gratis lagi.

Kalau emang udah marah banget dan kamu ngerasa tersinggung dan dibuka aibnya a. k. a. dizholimi, cukup minta doa sama Allah.

Doa orang yang ter-zholimu itu insyaAllah terkabulkan.

Misalnya gini, yah:

Lagi emosi banget sama si blabla, dengan wajah yang matanya udah mau nangis, plus ngegas in mode on, berdoa saja;

“Ya Allah … kalau memang dia zholimi saya, berikan dia hidayah!! Dengan memberikan balasan yang dapat menyadarkan ia akan kesalahannya yang telah mem-(blabla)-i saya!”

Kalau belum diberi balasan di dunia, sudah. Serahin saja ke Yang Maha Kuasa. Balasan terbaik akan diberikan.

Atau kalian sudah mulai kepala dingin;

“Ya Allah! Kalau memang dia zholimi saya, berikan ia hidayah supaya besar nanti jadi lebih sholeh/ah! Biar masuk surga. Aamiin!!”

Beri dia doa yang baik-baik. Kan, nilai plus, tuh, kalau dia sudah nggak jadi orang yang menzholimi lagi.

Aku bakal puji kalian, lebih lagi kalau kalian bersabar akan perlakuan teman kalian. Allah menyayangi orang-orang yang bersabar.

Mau, kan, jadi orang yang disayang Allah? Mau, kan?

Huhft … i don’t mean to singgung seseorang sama sekali. Pribadi ini pengalamanku dan again ini sebagai reminder self yang semoga aku ingat selalu.

Teman is teman. It means friend adalah friend/ apsih :v

Bye!! Assalamu’alaikum!

Tak Berkategori

My Life Nowadays

Assalamu’alaikum!

Setelah lama tidak membuat tulisan, akhirnyaa ….

~oh freedom … is minee

Sekarang aku sudah kelas 8. 8 Ummu Salamah dengan dampingan Bu Mega dan Bu Irma.

Di kelasku ada 24 siswa. Seperti dulu, aku akan mendeskripsikan beberapa teman kelasku di sini.

Pertama, ada Diva. Dia … bisa nyanyi sekaleh. Aku juga bisa nyanyi, tapi suaraku, itu, lho! Kalau kalian pernah dengar suara tikus kejepit mungkin kalian akan trauma kedua kalinya mendengar suaraku.

Diva menjadi vocalist kasidah di sekolah. Bahkan menurutku, suara Diva itu lebih bagus dari suara artis yang ia cover lagunya.

Btw dia itu anaknya om polisi, lho! Keyen, nggak, sih?

Next ada Qk a.k.a alien yang entah mau apa datang ke bumi.

Qk juga pintar nyanyi. Suaranya juga bagus. Simple i say program hidup dia itu menjadi kurus.

Alien kurus. Eh, akunya, sih, belum pernah lihat alien gemuk, ya! Kak Ia’ (Ria Sw) aja alien yang jadi food vloger malah kurus banget, tuh.

Hmm siapa lagi, ya? Udah, deh, itu aja dulu. Nanti kalau mood nambah insyaAllah aku tambahin lagi. Okee??? Oke aja, ya.

Selanjutnya, aku sedang (ini benar-benar sedang, guys!), maksudnya gimana, ya? Pokoknya kalau pake bahasa Inggris kalimatku nanti ini adalah simple present tense.

:v

Aku benar-benar sedang berkemas untuk outbound. Kalau kalian tanya kapan, aku akan ber-shout out:

“BESOOOK!! BESOOOK TAHUU!”

Antara exciting n can’t wait n not tomorrow pliz.

Aneh? Iyaa. Aku akuin itu sangatlah weird +++ pake kubik juga.

Soalnya (dengarkanlah curahan hati ini untuk sekejap) aku sedang flu. Padahal tadi di sekolah fine-fine aja, tuh. Nggak ada beban hidup gitu.

Semoga saja membaik secepat mungkin. (Sama-sama) Aamiin ….

Selanjutnya aku mau cerita tentang lomba-lomba Agustusan seperti tahun kemaren (lagii).

Tapi (serius pingin nyanyi bilang ini wkwk) not today!

Oh, iya! Sebelum kuakhiri tulisan yang melebihi keanehan rahasia 7 samudra 6 benua, aku ingin memberitahu satu masalah hidup yang sulit dipecahkan.

Acnes. Can u go away from my life pliz? I’m being like a crazy girl fighting with u! OMG!!!!!!

Secuil unek-unekku akhirnya tersampaikan. Huuuh ….

Sudah dulu, ya! Terima kasih sudah membaca sampai sini.

Wassalamu’alakum!

Tak Berkategori

Talking ‘Bout K-Pop

Assalamu’alaikum!!

I just want to share my opinion ’bout K-pop.

K n pop!

Btw ini request-an salah satu temanku di sekolah (eaaa … asik, dah!

Hehe …. Oke, serius mode on.

Aku bisa mulai cerita ini dari saat tahun 2016/2017.

Aku masih kelas 6. Iya, kelas 6. Di mana? Sama dengan SMP, di Al-Ashri.

Angkatanku saat itu kira-kira ada 83 orang (kalau nggak salah ingat, nih, y!).

Dari 83 makhluk itu, ada 2 spesies yang berbeda dengan normal people saat itu di angkatan.

Mereka adalah k-popers.

Saat itu bangsa normal people dengan k-popers itu kayaak … gimana, ya? Agak jauh gitu. I mean yang suka k-pop itu aneh.

Aneh! A-n-e-h. Aneh, guys!

Oh, iya! 2 k-popers saat itu adalah Davina dan Elina. Hanya mereka.

Aku masih sangat ingat bagaimana teman-temanku yang lain (akunya juga, sih :v) mengejek-ejek member BTS yang Davina dan Elina bawa fotonya.

“Ngapain, sih, suka sama cowok yang pake makeup?

“OMG! How ugly they are.

Sekilas yang kami kaum normal people saat itu katakan.

Singkatnya saja, semua itu berubah saat masuk kelas 7.

Kalian tentu setuju, kan, kalau aku bilang anak baru itu paling banyak datang saat kita naik jenjang. Kayak dari SD ke SMP gitu maksudnya.

Nah, pekan pertama dan kedua itu English Club. Kelompoknya itu dikelompokkan sesuai apa dia anak baru atau anak alumni.

Kelasku berada di sebelah kelas anak baru. Saat istirahat, anak kelas sebelah makan di luar kelas (anak kelasku juga kayak gitu).

Di lingkaran tempat kami makan itu sunyi, sepi, tenang, tentram, dan damai sentosa.

Sementara di samping … mereka lagi bicarain k-pop!

Terdengar sangat unfaedah bagi kami saat itu.

Masuk waktu belajar, kelas kami TENTUNYA yalaw digabung.

Itulah awal dari semuanya. Bagaimana teman-temanku terjangkit virus k-pop yang persebarannya sangat cepat. Semuanya dilandasi oleh satu hal. Yaitu: rasa penasaran.

Teman-temanku yang suka k-pop sering menyanyikan lagu k-pop dan menceritakan artis k-pop. Siapa yang bisa mengelak, coba?

Guys, i know they are handsem! Of curz dan aku akui itu. Tapi seganteng-gantengnya mereka, berikan ruang pemikiran bahwa kita masih punya ayah yang ganteng warbiasyah.

~Sarangheyou/sarangheyo (idk how to spell it LOL)

wassalamua’laikum.

Tak Berkategori

TBH

Assalamu’alaikum!

Jadi mungkin bacanya nggak sampai semenit. Soalnya cuman mau kasih tahu aja kalau aku suka bahasa-bahasa puitis kayak di lagunya Guruh Soekarno.

Nggak tahu juga, ya. Lagu zaman dulu itu lebih bagus, menurutku.

Coba, deh, dengerin Kharisma Indonesia, Cinta-Cinta-Cinta Indonesia, Zamrud Khatulistiwa, Esok Kan Masih Ada, Pemuda, Lenggang Puspita, Melati Suci.

Kata-katanya itu, lho! Aransemen (TBH nggak tahu apa arti konkretnya) lagunya itu keren banget.

Itu aja. Wassalamu’alaikum!

Try to be good

Hukum Aksi-Reaksi

Assalamu’alaikum,

It’s gonna be a short part, because i just want to tell u my story:

Once upon a time …

ada seorang anak yang sedang asyik bermain dengan Hp-nya.

Ibunya datang, memintanya untuk sholat. Ia pun segera pergi ke WC. Mengambil wudhu, lalu kembali ke kamar.

Sesampainya di kamar, ia lanjut bermain Hp. Sembari mendekati pintu untuk menutupnya, anak tersebut masih fokus bermain Hp.

Kemudiaaaan ….

Mau tahu? Eh/

Suddenly Hp-nya jatuh, then baterai-nya keluar.

Udah itu aja.

Iya, itu aja.

Serius?

Iya, serius!

Nggak. Masih ada. Anak tersebut segera tersadar, “Mungkin ini peringatan Allah karena nunda sholat melulu dari tadinya.”

Ia pun segera sholat.

Setelah sholat, dituliskannya cerita barusan yang terjadi pada dirinya di blog miliknya(/APAA LIHAT-LIHAT????

Kaliaan … cepat atau lambat apa yang telah kalian lakukan PASTI akan ada balasannya. Baik maupun buruk.

Wassalamu’alaikum.

*basedontruestory/udah dibilangin APA LIHAT-LIHAT?? Heheh

Bout school

Boarding untuk Menghafal

Assalamu’alaikum!

.

.

Kali ini aku akan membagikan pengalaman boarding di sekolah selama yah … kurang lebih empat hari.

Sesuai judul, boarding yang kulakukan untuk menghafal Al-Quran, karena (kan mulai boarding dari hari Selasa sampai Jumat siang, terus nggak pulang-pulang) hari Sabtu kami sudah wisuda tahfidz. Hehe … and i make this blog on Friday night.

Sebelum karantina kami semua diseleksi. Minimal kami harus hafal juz yang sudah ditentukan. Alhamdulillah, sekitar dua puluh satu siswa akhwat lulus untuk ikut karantina esok harinya, sedang (tidak salah) ada sepuluh ikhwan yang lulus karantina.

While teman-teman kami yang lain belajar, kami harus menghafal atau muraja’ah. Guru pembimbingku adalah Bu Irma. Sekarang pun aku masih mengingat pesan Beliau agar kami serius menghafal walau ada empat hari untuk menghafal. Tidak boleh main-main (terus, hehe)!

Oh, ini juga (hampir lupa, Gaes)! Sore pertama setelah sholat Dzuhur, kami semua makan siang/sore: entahlah. Ima (yang cantik) mengambil plastik pembungkus sendok, kemudian mengisinya dengan air lalu diikat menyerupai plastik untuk ikan.

Suddenly it’s reminding me Milea. Wuaaahh … (jangan salfok y) Milea itu nama ikan di kelasku, dan secara resmi dijadikan sebagai anggota keluarga 7 Ummu Kalsum (hidup UM-KAL!!!). Hikss ….

Milea dan Dilan (aku lupa judul filmya or itu judulnya?) . Yap! Ini aku ceritakan walau agak melenceng dari judul.

Ehem!

Di suatu hari yang mendung …, guru Biologiku, Bu Marwah, meminta kami melakukan praktek observasi dampak deterjen terhadap biota air, yaitu ikan.

Ada empat ikan. Ada tiga ikan cupang kecil, dan satu ikan yang kecil juga (hehe) tapi kira-kira tiga kali lebih besar dari ikan tiga tadi.

Dua di antaranya tidak diberi deterjen (satu ikan yang paling besar dan ikan cupang yang paling bagus dari yang lainnya, warnanya hologram biru dengan warna merah di ujung-ujungnya). Sisanya diberi satu sendok deterjen dan dua sendok deterjen.

Wallahua’lam. Untungnya kelompokku lupa membawa ikan. Karena aku takut terkena dosa, guru Ummi-ku (salah satu metode membaca Al-Quran) sekaligus guru PAI-ku mengatakan ia takut juga kalau ‘hal’ yang akan kami lakukan adalah dosa (soalnya aku belajar Ummi di kelas 7 Ibnu Hisyam: di pelajaran Ummi kelas-kelas tercampur. Nah, sebelum Ummi, Moetiah, dkk: anak Ibnu Hisyam, melakukan praktek observasi Biologi, dan innalillah, dua kali aku melihat ikan mereka mati. Pelajaran Biologi-ku baru besoknya).

Pada akhirnya salah satu temanku mengatakan: “Mungkin tak apa. Kita kan melakukan ini untuk belajar.”

Lanjut:

Saat itu baru saja booming film ‘Dilan & Milea’. Karena dua ikan yang diberi deterjen mati semua, tinggal si besar dan si cantik, maka Oi’ (alias Kaori) memberi nama mereka Dilan untuk si besar, dan Milea untuk si cantik (although ada temanku yang bilang kalau si cantik itu jantan dan si besar itu betina, tapi y gak papa kan y :v).

Yang membuatku sedih, esoknya setelah praktek Dilan ditemukan mati di depan lokernya Lutfiyah. Mungkin dia kesempitan di tempatnya. Dilaksanakanlah penguburan Dilan disaksikan Milea secara langsung. Dihadiri semua siswi Um-Kal (soalnya di kelasku semua akhwat).

Selanjutnya kami berharap banyak pada Milea. Kami rawat baik-baik, kami beri makan, kami bersihkan airnya, kami perhatikan dari atas meja, dan menumpahkan secara tidak segaja sebagian air Milea di atas rokku, wkwk. It’s not being an important thing to say, actually.

Tapi!!!! Bayangkan, empat hari setelah praktek, aku meminta Oi’ untuk menuliskan tanggal pertama kalinya Milea dirawat, yaitu 22/3/2018. Bercanda kukatakan, “Kalau Milea mati kita bisa nulis tanggal lahir-matinya.”

Bad. I’m very sad. Esoknya Milea ditemukan telah mati dengan (i don’t want to tell you akhir Milea.Cukup kami saja).

Aargghhh!!! Seorang siswa ikhwan did something to him, Milea. Saat ditanya kenapa Milea bisa mati, dia bilang kalau Milea udah ditemuin mati di atas sandal. I don’t know sandal yang mana yang dia maksud. Soalnya kemarin pas sudah jam 5 sore Milea masih ada di kelas. Dan sandal di lantai dua hanya sandal untuj masuk wc.

Okay, aku bisa terima itu. But, why you make it more bad?

(Huh, jadi curhat, nih)

Selanjutnya

Lanjut bicara karantina:

Hasilnya mirip squishy yang bisa ditekan-tekan dengan tangan atau kalau aku melemparnya dari lantai atas ke bawah untuk melihat daya tahannya.

Begitulah hari-hari berlalu. Setiap selesai makan, kami selalu membuat bungkusan tersebut. Oh, iya! Ada juga si raja pisang (bukan monkey y) yang setiap ada temanku yang tidak memakan pisang dalam makanannya kemudian diberikan kepada si raja pisang, siapa lagi kalau bukan … Niswah!!!!!(????)

Kami menghafal sampai jam sepuluh malam, kemudian tidur. Kadang tidur di Um-Kal, kadang di 8 Ummu Salamah (kelasnya Bu Irma).

Terkadang aku dilanda kantuk berat saat sedang menghafal. Bagaimana cara mengatasinya? Ya, dengan tidur. Aku memang hobi tidur (?). Tapi untuk di saat seperti itu kita tidak boleh memaksakan diri. Istirahatkan otak sebentar, setelah itu otak bisa bekerja maksimal kembali.

Ada juga audio murotal dari Rifdah, ada juga audio murotal dari idk who. Tapi kedua audio tersebut sangat membantu kami untuk menghafal dan lebih fokus.

Tips untuk kalian cepat hafal juga, nih. Jangan lupa sholat tahajjud! Mintalah doa kepada Allah agar senantiasa diberi kemudahan dalam menghafalkan Al-Quran, dilancarkan lisannya untuk membaca, dan lain-lain. Dan jangan lupa pula doakan teman-teman kalian! Enak rasanya, kan, kalau kita bisa menghafal bareng temen?

Bagai mengayuhkan sepeda agar sampai tujuan. Ulang terus doa kalian saat sholat fardhu.

Ini cerita saat kami pergi ke Danau Un-Has:

Agar tidak bosan, kami pergi rekreasi sekaligus menghafal di Danau UnHas. Nah, bagi kalian yang sering lalu-lalang di lampu merah gerbang UnHas, pastinya pernah melihat danau tersebut.

Bukan danau, sih. Tapi dibilang danau. Tau ah. Yang penting di tengahnya ada tiga air mancur, terus ada ikan-ikan kecilnya, dan … oh! Ada jalan lingkaran di tengah danau, jadi kita bisa berjalan di atasnya (of course lah, wkwk).

Di belakang danau ada tulisan: ‘Universitas Hasanuddin’ (Makassar). Di belakang tulisan itu ada jalur jogging yang disambungkan dengan jembatan mini. Terus ada tenpat duduk yang besaaaar banget (bukan bangku. Kayak … tangga yang agak melengkung untuk duduk. Di tengahnya ada jalan untuk ke belakang lagi).

Tempat di belakang tempat duduk adalah, mungkin tempat jongging juga. Tapi jalurnya berpisah-pisah karena terbuat dari kayu yang diberikan tiang dari tanah, jadi jalurnya lebih tinggi dari tanah. Nah, tanah di sela-sela jalur ditanami phon yang sudah besar-besar. Saat kami menghafal di sana ada penebangan pohon-pohon yang sudah (nggak tahu. Tapi tangkainya sudah ditebang duluan).

Suasananya teduuuuh banget.

Terus, nih, y! Aku kan sempat menghafal di ujung jalan melingkar di tengah danau, nih (maksudnya aku duduk di jalan tapi dekat dengan daratan), terus teman-temanku yang lain pada ngumpul di sisi lain jalan melingkar yang ada di daratan. Mereka lagi dengerin cerita seorang bapak yang kebetulan bekerja di sana. Nggak tahu apa, sih. Soalnya saat itu aku lagi mau fokus-fokusnya menghafal (setelah memperhatikan jalur semut cuz lagi boring, bermain-main dengan seekor kucing yang punya anak dan daun putri malu di dekatnya yang banyak, banyak sekaleeh, hehe).

Di saat-saat terakhir bapak itu bercerita, aku mendekatinya karena ingin mendengar. Ternyata beliau bercerita tentang agamanya sebelum masuk Islam. Belum sampai lima menit, mungkin, kami sudah diminta berkumpul untuk kembali ke sekolah dengan taksi online.

Em … aku tidak akan PERNAH melupakan ini. Bagaimana bapak itu bilang bahwa aku akan jadi penyanyi. Heeeh?? No way! Sepulang sekolah teman-temanku menceritakan hal tersebut pada Pak Fahe’ (gimana cara nulisnya? Pokoknya bacanya gitu), guru Bahasa Inggris-ku. It makes me feel better. Soalnya aku tidak mau jadi penyanyi (mohin doa agar tidak jadi penyanyi hiburan). Dan Pak Fahe’ bilang: “Eh, nggak boleh jadi penyanyi. Tapi untuk keluarga y boleh.”

~oh freedom is mine … and i know how blabla i feel so good, I feel … so good/yuhuu

Hm, apalagi, ya?? Mungkin itu dulu saja, ya.

Wassalamu’alaikum!

Bu Irma= Aliyah, Ghina, Ima, Niswah, Utari.

Pak Subhan= Moetiah, Masyithah, Lisa.

Pak Irwan= Chici, Fika, Alya, Dini, Rani.

Sepertinya itu semua peserta tahfidz akhwat kelas tujuh 2017/2018 yang ikut karantina.

Tak Berkategori

Review ehh gaje

Assalamu’alaikum,

I just want to review (idk, it’s very a simple review actually)

Nah, di atas itu (kelihatan, nggak? Kelihatan, nggak?) adalah buka favorit aku. Tentang Muhammad Al-Fatih. Kalian tahu, kan? Elang yang menaklukkan Konstantinopel.

First i know this story by my adik kelas. Yup! Pas itu masih kelas enam. Dan nggak salah adik kelasku itu baru kelas empat. Terus dia punya yang versi komik (ilustratornya sama dengan yang buat gambar untuk novelnya, novel oleh Sayf Muhammad Isa, cerita dari Felix Y. Siauw) bagian pertama.

Serius!! Gambarnya kereen ++, ceritanya *ehem makes me cry sure.

Ketagihan. Terus pergi ke toko buku, eh, komiknya dah habis, yang ada cuman novel. It’s okay. I but it.

Tapi baru yang kedua, soalnya nggak ada yang pertama. Terus lama … beli yang keempat karena ketiga belum ada (dan setelah lama … lagi, yang ketiga at last muncul).

I’m so exting like … idk i can’t tell you.

Itulah review-nya. Hehe, iya pendek. Kapan-kapan dilanjutin, deh.

Wassalamua’alaikum,

Tak Berkategori

Ujian Kenaikan Sabuk

Assalamu’alaikum

Pastikan kalian membaca judul di atas dengan nada yang dipakai Doraemon saat mengeluarkan benda-benda ajaibnya, ya! Hihi ….

Hari Ahad nanti, aku akan mengikuti ujian kenaikan sabuk karate. 

Ya, karena sekarang (saat saya dengan menulis) masih pagi, dan harus segera pergi ke sekolah, jadi aku hanya akan menceritakan ‘$4□□4□4}’.

Jadi, dalam ujian nanti, bakal ada yang namanya kan(/ke)setsu geri. Padahal, nih, ya, aku belum lincah dengan gerakan tersebut. 

Maka, ketikan tanganku merangkai sebuah kata di mesin pencari Google. Setelah memperagakannya, ehm, aku … a, aku … berpikir, mungkin akan lebih baik jika latihanku diselingi dengan musik soundtrack Naruto saat sedang bertarung. Karena itulah, sebuah kursi kecil ku letakkan di depan cermin, dan aku berdiri di atasnya, memperagakan gerakan kansetsu geri + tidak dilupa musiknya. Hoho~ 

Hanya itu saja (iya sih membosankan, maaf, ya!)

Sampai jumpa!

Tak Berkategori

… With My Sister

Assalamu’alaikum

Delete=photo

Hehe …. Jadi, foto di atas adalah adikku, Giza. Ehm, murem sembrawut kayak baru dapat nilai rendah? Hihi …. Mirip, ya? Eh, eh, bukan, ya!

Jadi ceritanya, tadi, adikku minta ibu aku untuk buat cookies. Terus, dia tanya, tuh, “Kak, buat cookies pake oven, ya?”, terus aku bilang iya. Nah, dia pengennya kue tanpa pakai oven. Teringatlah aku tentang bagaimana ber-gram-gram terigu habis hanya karena bahan churros-ku tidak jadi dulu.

Hehe …. Aku suka banget sama churros, nah, aku mau buat itu sendiri. Jadi, bersama adikku, kami membuat churros. Like what you see, nggak ada look bahwa itu churros sama sekali. Tampilannya paling mendekati (walau minus) dengan kue sus. Rasanya juga. Yah, jauh sejauh matahari dengan Uranus.

Hm, maafkan aku adikku tersayang.

Moral value: make sure you put your mind before your action-anm 😂

Sampai jumpa

Wassalamu’alaikum

—–

What my grandpa say when i take this photo:

Mirip Mama Dedeh, Ghina

Aaaaa …. Karena busana dan make up di-sponsor oleh, ehm, IDK. Siapa, ya?? Menurut kalian? 

Hehe